Review Jurnal 6 (Transaksi Mata Uang Asing)

Tuesday, 7 March 2017

0 comments

REVIEW JURNAL 6 (TRANSAKSI MATA UANG ASING)

 

Nama Jurnal

 

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan

Volume / Halaman

 

Vol. 2, No. 2,Hal 14-28

Nama Penulis

 

Ivan Haryanto dan Diana Wibisono

Judul Jurnal

 

Penentuan Nilai Tukar Mata Uang Asing dengan Menerapkan

Konsep Paritas Daya Beli

Tanggal Jurnal

 

September 2000

Tujuan Penelitian

 

Penelitian ini bertujuan melihat sensitivitas perubahan indeks

harga konsumen terhadap perubahan nilai tukar mata uang tiap negara terhadap

Dolar Amerika serta menguji apakah terdapat perbedaan secara signifikan antara

nilai tukar aktual dengan nilai tukar berdasarkan konsep paritas daya belinya.

Metode Penelitian

 

Menggunakan alat analisa uji hipotesa One-Sample of Mean. Ada dua pengujian yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, pertama, menggunakan fungsi regresi linear. Dimana prosentase perubahan nilai tukar actual mata uang negara bersangkutan dan prosentase perubahan indeks harga konsumennya dari periode ke periode yang telah ditemukan, diolah menggunakan alat analisis regresi. Kedua, menggunakan fungsi regresi kuadratik, dimana prosentase perubahan

indeks harga konsumen negara tersebut dari periode ke periode dikuadratkan. Hasil ini diolah bersama-sama prosentase perubahan nilai tukar aktual mata uang Negara tersebut, menggunakan metode dan alat analisis yang sama seperti yang digunakan fungsi regresi linear.

Variabel Penelitian

 

Variabel Independen = Nilai tukar aktual mata uang

Variabel Dependen = Nilai paritas daya beli

Hasil Penelitian

 

Menurut model regresi yang digunakan dalam penelitian ini, ditemukan bahwa sumbangan faktor inflasi di ketujuh negara tersebut cukup kecil dalam penentuan nilai tukar mata uang masing-masing negara terhadap Dolar Amerika. Hal tersebut juga disebabkan karena pergerakan hubungan faktor inflasi dan nilai tukar mata uang masing-masing negara dari tahun ke tahun tidaklah beraturan. Sebagai contoh untuk negara Inggris, pada model regresi linear dinyatakan bahwa faktor inflasi akan mempengaruhi pembentukan nilai tukar mata uang Poundsterling sebesar 0,14%. Model regresi kuadratiknya pun juga menunjukkan pengaruh inflasi yang cukup kecil dalam menentukan nilai tukar mata uang Poundsterling. Faktor inflasi hanya mempengaruhi pembentukan nilai tukar mata uang sebesar 1,69%. Hal tersebut disebabkan karena tidak beraturannya pergerakan hubungan inflasi terhadap nilai tukar mata uang selama beberapa tahun dalam penelitian ini, yaitu periode kuartalan mulai bulan Oktober 1990 hingga April 1997, untuk negara Inggris.

Kesimpulan Penelitian

 

Konsep paritas daya beli baru benar-benar dapat diterapkan dengan tepat jika, pertama, biaya transportasi dan hambatan perdagangan turut dihitung dalam perhitungan konsep ini. Kedua, kondisi pasar yang kondusif untuk menerapkan konsep tersebut dengan tepat adalah pasar persaingan sempurna, bukan monopolistik maupun

oligopolistik. Karena, dalam pasar persaingan sempurna, harga produk yang diperdagangkan cenderung sama di semua negara. Ketiga, barang dan jasa yang dihitung harus merupakan barang dan jasa yang diperdagangkan secara internasional, disamping itu, keempat, setiap negara harus memiliki komoditi acuan yang sama.

Pendapat Mengenai Jurnal

Menurut kelompok kami, jurnal penelitian ini sudah cukup baik. Namun, dalam penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian lapangan yang lebih mendalam untuk mengetahui kondisi tertentu yang terjadi dalam dunia atau setiap Negara yang menjadi obyek penelitian. Hal ini ditujukan untuk mengetahui kemungkinan adanya

faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang setiap Negara dalam waktu tertentu. Misalnya, kebijakan ekonomi suatu negara di waktu tertentu pasti akan mempengaruhi perubahan permintaan dan penawaran mata uang negara tersebut.

 

 

 

Review Jurnal 5 (Pelaporan & Pengungkapan)

0 comments

REVIEW JURNAL KE 5 (PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN)

 

Nama Jurnal

 

Jurnal Akuntasi

Volume / Halaman

 

-

Nama Penulis

 

 

 Retno Endah Puspitasari

Judul Jurnal

 

 

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate  Social Responsibility dan Good Corporate Governance  Sebagai Variabel Pemoderasi

(Sensus Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia)

Tanggal Jurnal

 

-

Tujuan Penelitian

 

Tujuan penelitian adalah untuk menemukan bukti empiris tentang

1.      Pengaruh kinerja keuangan ROE terhadap nilai perusahaan.

2.      Pengaruh pengungkapan CSR terhadap hubungan antara ROE dan nilai perusahaan.

3.      Pengaruh kepemilikan manajerial terhadap hubungan antara ROE dan nilai perusahaan.

Metode Penelitian

 

Analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk hipotesis 1 dan analisis regresi linear berganda dengan uji Moderated Regression Analysis ( MRA ) untuk hipotesis 2 dan 3. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dalam rentang tahun 2007 - 2009. Sampel penelitian adalah sebanyak 37 perusahaan dengan 111 observasi.

Variabel Penelitian

 

1.      Variabel independen, yaitu kinerja keuangan diukur dengan ROE

2.      Variabel dependen, yaitu nilai perusahaan di ukur dengan Tobins’ Q

3.      Variabel Pemoderasi, meliputi 2 hal yaitu Pengungkapan Corporate social responsibility dan Good Corporate Governance diproksikan dengan kepemilikan manajerial

 

Hasil Penelitian

 

Hasil penelitian dengan analisis regresi linear menunjukkan bahwa ROE berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan analisis variabel moderating dengan metode MRA menunjukkan bahwa pengungkapan CSR tidak mampu memoderasi hubungan antara ROE terhadap Nilai perusahaan Kepemilikan manajerial juga bukan merupakan variabel moderating yang mampu memoderasi hubungan antara ROE dan nilai perusahaan .

Kesimpulan Penelitian

 

Kesimpulan Penelitian ini menunjukan bahwa

1.      Kinerja keuangan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan.

2.      Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility tidak memoderasi hubungan antara Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan. Diduga adanya UU Perseroan Terbatas No 40 Tahun 2007 merupakan indikasi pengungkapan CSR bukan merupakan variabel moderating, karena investor merasa tidak perlu melihat pengungkapan CSR yang dilakukan oleh perusahaan, karena perusahaan pasti akan melaksanakan CSR jika tidak menginginkan adanya sanksi perundang-undangan.

3.      Pengungkapan Good Corporate Governance tidak memoderasi hubungan antara Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan, Diduga terjadi adanya management entrenchment, yang menyatakan kepemilikan insider yang tinggi akan berdampak pada kecenderungan manajer untuk bertindak demi kepentingannya sendiri, dikarenakan hak voting dan bargaining power yang semakin tinggi yang dimiliki oleh insider dalam penentuan kebijakan sehingga mengakibatkan pemilik tidak mampu menjalankan mekanisme control dengan baik, hal ini akan menyebabkan turunnya nilai perusahaan karena tidak terjadi ketidaksamaan kepentingan antara manajer dan pemilik yaitu pemegang saham minoritas.

 

Pendapat Mengenai Jurnal

Menurut pendapat saya jurnal ini bagus, materi yang diangkat juga menarik. Penelitian selanjutnya hendaknya menambah jumlah sampel penelitian dan juga melibatkan sektor industri yang lain agar mencerminkan reaksi dari pasar modal secara keseluruhan. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan proksi kinerja keungan dan proksi GCG yang lain, misalnya leverage,Earning Per Share, ROA, dewan komisaris, komisaris independen, komite audit atau kriteria lain yang telah ditetapkan. Dan untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan profitabilitas, nilai tukar rupiah atau komitmen organisasi sebagai variabel pemoderasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Review Jurnal 4 (Akuntansi Komparatif Amerika & Asia)

0 comments

REVIEW JURNAL 4 (AKUNTANSI KOMPARATIF AMERIKA & ASIA)

Nama Jurnal

 

Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen

Volume / Halaman

 

Vol.2 ,No.3 / 87-104

Nama Penulis

 

Yulein Rahamis

Judul Jurnal

 

Analisis Komparasi Kinerja Pasar Modal Di Indonesia, Hongkong, China, Inggris Dan Amerika

Tanggal Jurnal

 

2014

Tujuan Penelitian

 

Untuk membandingkan kinerja pasar modal Indonesia dengan pasar modal Hongkong, China, Inggris, dan Amerika

Metode Penelitian

 

Metode penelitian Komparatif

Variabel Penelitian

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Return Market

Hasil Penelitian

 

-          Berdasarkan indikator IHSG,  tingkat signifikan sebesar  0.00, lebih kecil dari  tingkat signifikan yang ditentukan yaitu 0.05.

-          Berdasarkan indikator Return Market, tingkat signifikan 0.197, lebih besar dari tingkat signifikan yang ditentukan yaitu 0.05.  

Kesimpulan Penelitian

 

-          Ada perbedaan yang signifikan pada kinerja Pasar Modal Indonesia, Pasar Modal China, Pasar Modal Inggris, dan Pasar Modal Amerika dilihat dari indikator IHSG.

-          Tidak ada perbedaan kinerja Pasar Modal  Indonesia, Pasar Modal China, Pasar Modal Inggris, dan Pasar Modal Amerika dilihat dari indikator Return Market.

Pendapat Mengenai Jurnal

Menurut kami penelitian ini cukup baik, melihat belum banyak penelitian yang membandingkan antara bursa efek di Indonesia dengan Bursa efek di Dunia. Kebanyakan penelitian dilakukan untuk menguji indeks pasar suatu bursa atau factor-faktor yang mempengaruhi indeks pasar itu sendiri. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat berguna untuk pelaksana pasar modal di Indonesia agar dapat melakukan perbaikan yang ditujukan untuk kemudahan investor, broker, ataupun periset dalam pengambilan keputusan.

 

 

 

Review Jurnal 3 (Akuntansi Komparatif Eropa)

0 comments

REVIEW JURNAL 3 (AKUNTANSI KOMPARATIF EROPA)

Nama Jurnal

 

Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis

Volume / Halaman

 

vol. 3, no. 1 /  46-54

Nama Penulis

 

Arif Darmawan

Judul Jurnal

 

Pengaruh Adopsi IFRS terhadap Earnings Response Coefficient pada Perusahaan di Inggris dan Jerman

Tanggal Jurnal

 

2013

Tujuan Penelitian

 

Untuk mengetahui apakah adopsi IFRS akan berpengaruh positif terhadap earnings response coefficient perusahaan di Inggris  dan Jerman

Metode Penelitian

 

Metode penelitian Deskriptif

Variabel Penelitian

 

-          Variabel Terikat : Earnings Response Coefficient (ERC)

-          Variabel Bebas : Dummy, 1 setelah mengadopsi, 0 sebelum mengadopsi

-          Variabel Kontrol : Persistensi Laba (PL), Struktur Modal (SM), Risiko (β), Kesempatan bertumbuh (MB), Ukuran Perusahaan (UP)

Hasil Penelitian

 

-          Pengujian antara variabel dummy dengan variabel ERC  menunjukan nilai koefisien variabel dummy adalah sebesar 0,266 dengan tingkat signifikansi 0,05.

-          Pengujian terhadap variabel interaksi antara variabel dummy dengan variabel laba  menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,111 dengan tingkat signifikansi 0,05.

Kesimpulan Penelitian

 

-          Variabel dummy mempengaruhi secara signifikan positif terhadap variabel ERC. Artinya investor menganggap bahwa adopsi IFRS mampu menaikkan value relevant informasi akuntansi dan kemudian menggunakan informasi tersebut dalam pengambilan keputusan.

-          Informasi laba direspon secara positif lebih tinggi oleh pasar pada periode setelah adopsi IFRS dibandingkan pada periode sebelum adopsi IFRS

Pendapat Mengenai Jurnal

Menurut kami jurnal ini sudah cukup baik, namun akan lebih baik apabila dikemudian hari dikembangkan dengan menggunakan data-data yang ada di Indonesia, agar hasil penelitian tersebut dapat di implementasikan di perusahaan di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga dapat memyakinkan investor lain bahwa penerapan IFRS dapat meningkatkan kualitas informasi perusahaan tersebut.

 

 

Review Jurnal 2 (Perkembangan Akuntansi Internasional)

0 comments

REVIEW JURNAL 2 (PERKEMBANGAN AKUNTANSI INTERNASIONAL)

 

Nama Jurnal

 

Jurnal Akuntansi dan keuangan

Volume / Halaman

 

Vol. 14 No.2, Juli 2009

Nama Penulis

 

Rindu Rika Gamayuni

Judul Jurnal

 

PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL
REPORTING STANDARDS

Tanggal Jurnal

 

Juli 2009

Tujuan Penelitian

 

-

Metode Penelitian

 

-

Variabel Penelitian

 

-

Hasil Penelitian

 

Standar Akuntansi Keuangan Indonesia perlu mengadopsi IFRS karena kebutuhan akan info keuangan yang bisa diakui secara global untuk dapat bersaing dan menarik investor secara global.

Kesimpulan Penelitian

 

Saat ini, adopsi yang dilakukan oleh PSAK Indonesia sifatnya adalah harmonisasi, belum adopsi secara utuh, namun indonesia mencanangkan akan adopsi seutuhnya IFRS pada tahun 2012. Adopsi ini wajib diterapkan terutama bagi perusahaan publik yang bersifat multinasoinal, untuk perusahaan non publik yang bersifat lokal tidak wajib diterapkan.

Pendapat Mengenai Jurnal

Perlu dipertimbangkan lebih jauh lagi sifat adopsi apa yang cocok diterapkan di Indonesia, apakah adopsi secara penuh IFRS atau adopsi IFRS yang bersifat harmonisasi yaitu mengadopsi IFRS disesuaikan dengan kondisi ekonomi, politik, dan sistem pemerintahan di Indonesia. Adopsi secara penuh IFRS akan
meningkatkan keandalan dan daya banding informasi laporan keuangan secara internasional, namun adopsi seutuhnya akan bertentangan dengan sistem pajak pemerintahan Indonesia atau kondisi ekonomi dan politik lainnya. Hal ini merupakan rintangan dalam adopsi sepenuhnya IFRS di Indonesia.

Jurnal tersebut sudah cukup bagus penjelasannya hanya saja dalam jurnal tersebut tidak memuat tujuan serta metode dalam melakukan penelitian , hal tersebut disayangkan karena dengan tidak adanya komponen tersebut para pembaca akan merasa bertanya tanya dan tidak cukup puas dalam membaca jurnal tersebut .

 

Review Jurnal 1 (Akuntansi Internasional)

0 comments

REVIEW JURNAL 1 (AKUNTANSI INTERNASIONAL)

 

Nama Jurnal

 

Jurnal Administrasi Bisnis

Volume / Halaman

 

Vol. 38 No. 1 September 2016

Nama Penulis

 

Liliana
Suhadak
Raden Rustam Hidayat

Judul Jurnal

 

ANALISIS DAMPAK AKUISISI TERHADAP RETURN SAHAM DAN VOLUME PERDAGANGAN (Studi pada Multinational Company yang Terdaftar di BEI Periode
Tahun 2010-2012)

Tanggal Jurnal

 

September 2016

Tujuan Penelitian

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis dampak dari akuisisi terhadap multinational company di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Metode Penelitian

 

Jenis penelitian ini adalah penelitian uji hipotesis dengan menggunkana metode non-paramteric test. Data pada penelitian ini akan diolah menggunakan uji peringkat tanda Wilcoxon (Wilcoxon-Signed Ranks Test). Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaanperusahaan yang melakukan aktivitas penggabungan usaha berupa akuisisi pada periode tahun 2010-2012. kemudian mendapatkan jumlah sampel sebanyak 5
multinational compnany.

Variabel Penelitian

 

Variabel independen = Dampak akuisisi

Variabel dependen = Return saham dan volume perdagangan

Hasil Penelitian

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada return saham dan volume perdagangan kelima perusahaan pengakuisisi, baik sebelum dan sesudah dilakukan akuisisi.

Kesimpulan Penelitian

 

a.       Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara return saham sebelum dan sesudah pengumuman akuisisi. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama ditolak.

b.      Pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa volume perdagangan saham perusahaan akuisitor sebelum dan sesudah pengumuman akuisisi tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis kedua ditolak.

Pendapat Mengenai Jurnal

Jenis penelitian ini cukup bermanfaat dan cukup memberikan penjelasan menganai dampak yang ditimbulkan akibat akuisisi pada perusahaan multinasional di indonesia terhadap harga saham dan volume perdagangan bagi para pelaku bisnis. Namun sebaiknya jumlah sampel dapat diperbesar agar semakin banyak perusahaan yang diteliti sehingga mendapatkan gambaran yang cukup luas terhadap kejadian akuisisi pada perusahaan di Bursa Efek Indonesia.